Rabu, 13 Mei 2015

Mas Har di Derby Jabar



Saat laga derby Jawa Barat (karena tahun ini PBR bermarkas di Bekasi) antara Persib vs PBR, ada hal yang unik terjadi. Yaitu ketika Atep digantikan oleh Taufik di pertengahan babak kedua (dan merupakan pergantian terakhir). Apanya yang unik ? 

Atep adalah kapten utama Persib dan bermain dari menit pertama, walau ada Bang Firman Utina yang biasanya menyandang ban kapten sejak musim lalu, tapi musim ini Ban Kapten melekat di lengan kiri Atep. Nah ketika pergantian akhir dilakukan oleh Persib, dengan mengganti Atep oleh Taufik, saya pribadi bertanya siapa yang akan meneruskan memimpin pasukan Persib di sisa laga? Bang Firman sudah ditarik keluar dan digantikan oleh Dedi Kusnandar, Pak Haji M. Ridwan yang biasanya jadi kapten setelah Atep atau Firmanpun sudah digantikan oleh Tantan, Supardi Natsir yang pernah menyandang Ban Kapten musim lalupun tidak ada, karena tidak bermain. Lantas siapa yang akan menyandang Ban Kapten? Perkiraan saya ada pada tiga nama, yang pertama I. Made (faktor senioritas), yang kedua Ahmad Jufriyanto (faktor yang sama dengan I. Made), dan yang ketiga Dedi Kusnandar (walau masih muda, Dedi pernah memimpin Timnas U-23 tahun 2014 kemarin).  Tapi ternyata dugaan saya salah, Ban Kapten justru “diserahkan” oleh Atep kepada gelandang yang terkenal keras dan kompromi, yaitu Mas Hariono. Mas Har pun seolah tidak percaya dia menyandang ban kapten, dan hanya tersenyum seolah bertanya kenapa harus saya, kan masih ada pemain yang lebih pantas, tapi ban kapten sudah “diserahkan” dari sang kapten utama kepada Mas Har, dan setelah ban kapten melekat di lengan kirinya, dia mau tidak mau harus memimpin pasukan Maung Bandung sampai akhir laga.

Tepatkah keputusan Lord Atep dan juga Coach Djanur dengan memilih Mas Har menyandang ban kapten di sisa laga? Bisa ya, bisa tidak, tergantung dari sudut pandang mana menilainya. Tapi terlepas dari itu semua, Mas Har sudah membuktikan bahwa dia bisa memimpin pasukan maung bandung, walau tidak full selama 90 menit. Dia bisa membuktikan kepada khalayak, bahwa dirinya tetap layak menjadi kapten dan memimpin pasukan biru sampai laga berakhir.
 
Terima Kasih Mas Har, rasa-rasanya suatu saat nanti, Mas Har memang layak menjadi kapten utama sebuah tim. Lanjutkan Mas, bermainlah dengan caramu sendiri, karena dengan itu orang akan mengenangmu !
Continue reading Mas Har di Derby Jabar

Ujian, Hadapi jangan Ditakuti





Mulai besok tanggal 9 Maret 2015 sampai nanti tanggal 16 April 2015, akan menjadi  hari-hari yang menegangkan atau hari-hari yang sulit khususnya bagi kelas XII SMK Insan Prima Mandiri. Kenapa disebut hari yang menegangkan atau hari yang sulit? Karena dari mulai tanggal tersebutlah, mereka akan berjuang sekuat tenaga, dengan segala daya dan upaya, untuk melaksanakan yang namanya Ujian Sekolah Praktik, Ujian Kompetensi Kejuruan (sering disebut UJKOM), Ujian Sekolah Tulis Utama dan yang terakhir Ujian Nasional.

Tapi apakah memang sesulit, setegang, dan seseram itukah yang namanya Ujian? Jawabannya bisa Ya, bisa juga Tidak, tergantung dari sudut pandang atau orang yang menjalaninya. Bisa sangat menyulitkan bila kita belum mempersiapkan apa-apa, tapi bisa sangat mudah bila kita sudah siap segalanya. Tapi semua itu, tetap harus dijalani. Jangan sampai karena takut dengan yang namanya US, UKK dan UN, malah menghindar atau tidak sekolah. Malah jarang masuk atau sering kabur dari sekolah. Justru seharusnya tetap dihadapi, karena walau menghindar, Ujian akan tetap datang dan siap menghadang siapapun yang tidak serius dan tidak berusaha untuk menjalaninya.

Tetaplah berusaha dengan sekuat tenaga, jangan hanya diam saja, kalau materi dirasa belum cukup atau kurang mengerti, mintalah kepada guru yang bersangkutan untuk menambah jam pelajaran (pengayaan). Kalau masih belum cukup juga, belajarlah bersama dengan sesama teman, karena bila dilakukan bersama semuanya akan menjadi ringan. Seumpama sapu lidi, kalau hanya sebatang tidak akan cukup atau memakan waktu lama untuk membersihkan satu halaman rumah, tapi kalau bersama alias dalam bentuk sapu lidi yang diikat oleh sebuah tali (persaudaraan), membersihkan satu halaman rumah tidak akan memakan waktu yang cukup lama.

Tetaplah fokus menjalani semua ini, kurangi waktu bermain (tapi bukan tidak boleh bermain, karena refreshing juga perlu untuk menyegarkan pikiran kita). Tapi, aturlah waktu sebaik dan seefektif mungkin, agar waktu belajar cukup, waktu bermainpun (menyegarkan pikiran) juga cukup.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, selagi kita terus berusaha, apapun bisa saja terjadi.
Mereka makan nasi, kitapun sama makan nasi, jadi kenapa harus takut dan menyerah? Buktikan bahwa kalian BISA ! Karena SMK BISA !

Tentang Ujian yang harus dihadapi, bukan malah ditakuti atau ditinggal pergi.
Continue reading Ujian, Hadapi jangan Ditakuti

28



Alhamdulillah, tidak terasa 28 tahun sudah, Sang Pencipta memberikan kesempatan untuk merasakan indahnya dunia Ciptaan-Nya. Dari semenjak lahir di tahun 1987 sampai sekarang tahun 2015. Mungkin selama 28 tahun, lebih banyak dosanya ketimbang amalnya, lebih banyak menyakiti daripada memberi arti dan lebih banyak negatif daripada positif, tapi mudah-mudahan itu semua hanya sekedar mungkin, karena kita tidak tahu pasti seberapa besar amal baik dan buruk yang pernah kita lakukan. Terlepas dari itu semua, tetaplah semangat menjalani hidup ini dengan beribadah, beramal dan berbuat baik, baik itu terhadap diri sendiri, orang lain, maupun bagi alam sekitar kita.

Senin kemarin, tepat di usia 28 tahun, banyak memang impian dan cita-cita yang sudah tercapai, tapi banyak pula yang belum dicapai dan digapai. Mudah-mudahan impian dan cita-cita yang belum tercapai secepatnya terealisasi di tahun 2015 dan yang sudah tercapai bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin.

Angka 28, bila diuraikan adalah dua angka yang mewakili angka kedua di awal dan angka kedua di akhir sebuah bilangan dan merupakan gabungan dua angka yang cukup pas, seperti halnya angka 19 yang merupakan tanggal kelahiran. Angka 19 ini merupakan gabungan angka pertama dan angka terakhir dari sebuah bilangan (dengan mengabaikan angka 0). Dan entah kebetulan atau tidak, tanggal 19 Januari 2015, tepat atau sama persis hari kelahirannya dengan tanggal 19 Januari 1987, yaitu hari Senin, inilah DEJAVU. Angka 28 pun adalah nomor punggung yang digunakan pemain Persib Bandung Kang Abdulrahman dan bila dijumlahkan (2+8=10), 10 adalah nomor punggung yang digunakan Dinamo Serangan Persib Bandung, Makan Konate. Dan sama-sama kita ketahui Persib Bandung adalah Jawara ISL 2014. Kaitannya dengan hari kelahiran? Mudah-mudahan semangat juara Persib Bandung dan sama persisnya hari kelahiran di tahun 2015, bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik di tahun ini, seperti halnya bayi yang baru lahir, putih bersih, tanpa noda dan dosa, serta bisa mengawali dan mengakhiri suatu impian/cita-cita, Amin.

Kembali ke Senin, 19 Januari 2015. Cukup banyak yang memberikan ucapan Selamat Ulang Tahun, baik melalui media sosial, lewat beranda fb, via pesan fb, maupun lewat sms ke nomor pribadi. Ucapannya pun beragam, ada yang simple, ada yang panjang, bahasanyapun tidak melulu bahasa Indonesia, ada yang menggunakan bahasa Sunda, bahasa Inggris bahkan bahasa Arabpun juga ada, tapi beruntung tidak ada bahasa planet dan sandi pramuka,haha. Isinya kebanyakan berupa doa, ada juga yang nyeleneh, tapi tidak apa-apa, itu merupakan bentuk nyata dari Bhineka Tunggal Ika, walau berbeda-beda cara penyampaiannya, tetapi satu tujuan (tapi sanes Kang Tulusnya,hehe), memberikan doa yang terbaik bagi yang berulang tahun Senin kemarin.

Terima Kasih dan hanya ucapan itulah yang bisa saya berikan atas doa-doa yang kakak-kakak, adik-adik, bapak-bapak, ibu-ibu dan kawan-kawan semua yang telah mendoakan saya di hari ulang tahun kali ini, serta semoga doa yang telah dipanjatkan dan kebaikan yang diberikan, dibalas oleh Allah SWT, Amin.  Tidak banyak yang bisa saya berikan dan tidak bisa juga saya balas satu persatu kiriman ucapan ulang tahun yang telah disampaikan, karena keterbatasan waktu dan kesempatan, tapi terlepas dari itu semua, mari kita bersama-sama mengisi hidup ini lebih baik dari sebelumnya.

Akhir kata, Terima Kasih untuk semuanya dan tuntaskan dengan kemenangan.
Continue reading 28

Ketika Ulat menjadi Kepompong dan akhirnya menjadi Kupu-kupu



Hari ini, 18 Februari 2015. Tepat satu tahun dimana saya mendapatkan kartu merah kedua sep
anjang hidup saya di dunia sepak bola, lapangan hijau. Ya lapangan hijau sesungguhnya, lapangan hijau yang lebih luas dari sekedar lapangan hijau sepak bola, yang waktu bermainnya tidak hanya sekedar 2x45 menit, dengan istirahat 15 menit di jeda pertandingan dan ditambah beberapa menit tambahan waktu. Lapangan hijau yang permasalahannya lebih komplek dan rumit daripada sekedar memutuskan apakah gol Frank Lampard pada Piala Dunia 2010 masuk atau tidak ke gawang Jerman. Lapangan hijau yang tidak hanya sekedar menghadirkan intrik dan polemik, tapi lebih dari itu.

Kartu merah ini lahir karena saya mencoba menghentikan pemain lawan secara paksa agar tidak masuk kotak penalti tim sendiri, dan saya lupa bahwa sebelumnya saya juga melakukan pelanggaran yang berbuah kartu kuning. Hasilnya bisa ditebak ketika saya melakukan pelanggaran kedua kalinya di pertandingan yang sama, maka akan keluar kartu kuning kedua dan itu artinya akumulasi dua kartu kuning yang menghasilkan kartu merah. Ya kartu merah yang membuat saya harus keluar dari lapangan pertandingan dan mandi lebih cepat – begitu kata salah satu komentator di ISL--.

Dengan wajah menyesal dan langkah gontai --tapi tidak dengan menenteng map karena ini bukan lagu sarjana muda milik Iwan Fals-- saya pun menuju ruang ganti untuk merenungkan apa yang sudah terjadi. Tapi nasi sudah menjadi bubur --tinggal kita makan saja buburnya, lumayan buat sarapan-- yang sudah terjadi biarlah terjadi, tinggal kini kita melangkah ke arah yang lebih baik. Berpijak pada pengalaman, kita bangun kembali semangat agar hari esok dan seterusnya bisa menjadi yang terbaik.

Kartu merah sebagaimana lazimnya dalam sebuah pertandingan, hukumannya hanya satu atau dua kali pertandingan tidak boleh tampil bersama tim dalam pertandingan resmi, itupun tergantung regulasi federasi masing-masing. Tapi karena ini lapangan hijau yang konteksnya lebih luas, “hukumannya” lebih lama, yaitu satu tahun semenjak kartu merah tersebut dikeluarkan. Lama? Pasti. Karena ini bukan aturan federasi sepak bola suatu negara, ini aturan federasi yang ada tapi tidak terlihat, yang tidak terasa tapi ada. Federasi seperti apa ini, hanya Tuhan yang Mengetahui dan yang menulis tulisan ini tentunya.

Tapi jangan bingung dulu, hukuman satu tahun ini, bukan
nya malah membunuh karakter seorang pemain, tapi justru membuat pemain tersebut bisa mawas diri, menelaah apa yang salah dan tentunya agar kesalahan itu tidak terulang kembali. Seperti kasus gigitan Suarez pada Piala Dunia 2014 saat melawan Italia yang berbuntut hukuman larangan bermain sepak bola selama kurang lebih 4 bulan. Di satu sisi hukuman ini bisa membunuh karakter seseorang, tapi di sisi lain bisa membuat orang tersebut menjadi lebih baik, seperti yang ditunjukan oleh Suarez sekarang saat bermain untuk Barcelona.

Ya itulah hukuman, bagaikan dua sisi mata uang, tipis perbedaanya. Tapi itu semua –hukuman yang lama—tidak akan terasa lama bila kita mengisinya dengan hal-hal baik. Seperti seekor ulat yang dibenci, dibuang dan kadang dibunuh, tapi ketika menjadi kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu, semua orang menyukainya, tidak terkecuali orang yang pernah membunuh seekor ulat.

Ketika Ulat menjadi Kepompong dan akhirnya menjadi Kupu-kupu
18 Februari 2014 – 18 Februari 2015
Continue reading Ketika Ulat menjadi Kepompong dan akhirnya menjadi Kupu-kupu

Prakerin



Besok, Senin, 2 Maret 2015, akan menjadi awal dari serangkaian uji coba yang akan dijalani oleh para pemain XI Akuntansi SMK Insan Prima Mandiri Garut, selama 2 bulan ke depan. Ya uji coba, uji coba sesungguhnya di dunia kerja, dunia yang akan menjadi pelabuhan selanjutnya, seandainya tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dunia mahasiswa alias Perguruan Tinggi (PT).

Uji coba penting dilakukan seperti halnya dalam dunia sepak bola, untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan tim yang selama ini berlatih dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan. Sama halnya dengan Prakerin (Praktik Kerja Industri), Prakerin ini bisa diibaratkan sarana Uji Coba untuk melihat sejauh mana materi yang disampaikan selama lebih kurang 1,5 tahun dapat diserap dan diterapkan di dunia Industri/dunia kerja. Dengan Prakerin pula, Dunia Industri/Dunia Usaha bisa saling memberi manfaat dengan Dunia Pendidikan, khususnya SMK, guna meningkatkan kualitas lulusan yang nantinya bisa berkiprah dan memberi manfaat di masyarakat.

Satu hal yang perlu diingat, Prakerin bukan jalan untuk berleha-leha karena tidak adanya proses KBM selama lebih kurang 2 bulan. Walaupun nantinya selama Prakerin seringkali tidak ada pekerjaan, jangan sampai kita berleha-leha, jemputlah bola, bukan menunggunya. Prakerin harus dijadikan awal untuk menjadikan diri menjadi lebih baik, karena dengan Prakerinlah pengalaman akan hadir dan mewarnai kehidupan nantinya. Jadikanlah Prakerin sebagai tonggak kebangkitan untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik.

Dan yang terakhir, jagalah nama baik diri sendiri, keluarga dan tentunya nama baik SMK Insan Prima Mandiri. Karena sekecil apapun kesalahan pasti akan selalu dikenang, tapi sebaliknya sebesar apapun kebenaran, kadang dilupakan.

Tetap semangat menjalani Prakerin, buktikan bahwa SMK BISA !
Continue reading Prakerin