Saat laga derby Jawa Barat (karena tahun ini PBR bermarkas
di Bekasi) antara Persib vs PBR, ada hal yang unik terjadi. Yaitu ketika Atep
digantikan oleh Taufik di pertengahan babak kedua (dan merupakan pergantian
terakhir). Apanya yang unik ?
Atep adalah kapten utama Persib dan bermain dari menit
pertama, walau ada Bang Firman Utina yang biasanya menyandang ban kapten sejak
musim lalu, tapi musim ini Ban Kapten melekat di lengan kiri Atep. Nah ketika
pergantian akhir dilakukan oleh Persib, dengan mengganti Atep oleh Taufik, saya
pribadi bertanya siapa yang akan meneruskan memimpin pasukan Persib di sisa
laga? Bang Firman sudah ditarik keluar dan digantikan oleh Dedi Kusnandar, Pak
Haji M. Ridwan yang biasanya jadi kapten setelah Atep atau Firmanpun sudah digantikan
oleh Tantan, Supardi Natsir yang pernah menyandang Ban Kapten musim lalupun
tidak ada, karena tidak bermain. Lantas siapa yang akan menyandang Ban Kapten?
Perkiraan saya ada pada tiga nama, yang pertama I. Made (faktor senioritas),
yang kedua Ahmad Jufriyanto (faktor yang sama dengan I. Made), dan yang ketiga
Dedi Kusnandar (walau masih muda, Dedi pernah memimpin Timnas U-23 tahun 2014
kemarin). Tapi ternyata dugaan saya
salah, Ban Kapten justru “diserahkan” oleh Atep kepada gelandang yang terkenal
keras dan kompromi, yaitu Mas Hariono. Mas Har pun seolah tidak percaya dia
menyandang ban kapten, dan hanya tersenyum seolah bertanya kenapa harus saya,
kan masih ada pemain yang lebih pantas, tapi ban kapten sudah “diserahkan” dari
sang kapten utama kepada Mas Har, dan setelah ban kapten melekat di lengan
kirinya, dia mau tidak mau harus memimpin pasukan Maung Bandung sampai akhir
laga.
Tepatkah keputusan Lord Atep dan juga Coach Djanur dengan
memilih Mas Har menyandang ban kapten di sisa laga? Bisa ya, bisa tidak,
tergantung dari sudut pandang mana menilainya. Tapi terlepas dari itu semua,
Mas Har sudah membuktikan bahwa dia bisa memimpin pasukan maung bandung, walau
tidak full selama 90 menit. Dia bisa membuktikan kepada khalayak, bahwa dirinya
tetap layak menjadi kapten dan memimpin pasukan biru sampai laga berakhir.
Terima Kasih Mas Har, rasa-rasanya suatu saat nanti,
Mas Har memang layak menjadi kapten utama sebuah tim. Lanjutkan Mas, bermainlah
dengan caramu sendiri, karena dengan itu orang akan mengenangmu !

0 komentar:
Posting Komentar